GEGER! Pensiunan PNS di Lampung Tewas Dibacok Menantu Sendiri
Kejadian tragis menggemparkan Lampung setelah seorang pensiunan PNS ditemukan tewas diduga dibacok oleh menantu sendiri.
Warga Lampung Selatan digegerkan oleh pembunuhan seorang pensiunan aparatur sipil negara di rumahnya. Korban, Supriyani (64), tewas dibacok menantunya sendiri, Abdul Mukti (34), di halaman rumah di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung. Peristiwa terjadi pada Sabtu siang, 18 April 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
Simak rangkuman berita paling heboh dan viral yang penuh fakta mengejutkan, siap menambah wawasan dan pengetahuan Anda, hanya di FAKTA HITAM.
Kronologi Peristiwa Berdarah
Peristiwa berlangsung di halaman rumah korban di Desa Fajar Baru. Supriyani ditemukan tewas bersimbah darah di tanah dekat rumah, diduga akibat luka bacok di bagian kepala. Polisi membenarkan kejadian ini dan menyebut korban meninggal akibat penganiayaan menggunakan golok.
Video yang beredar menunjukkan jasad korban tergeletak di halaman rumah, sementara warga sekitar tampak terkejut. Petugas polisi segera datang ke lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara, dan memasang garis polisi. Kondisi rumah yang biasanya tenang berubah menjadi pusat kerumunan warga dan aparat kepolisian.
Pelaku, Abdul Mukti, langsung diamankan di Polsek Jati Agung setelah kejadian. Kepolisian menyebut ia adalah menantu korban, sehingga peristiwa ini berlatar konflik keluarga. Jasad korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan, sementara proses penyidikan terhadap pelaku terus berjalan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dugaan Motif dan Latar Belakang
Motif pembunuhan masih didalami polisi, namun sejumlah sumber menyebut adanya konflik dalam rumah tangga yang berlangsung lama. Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyatakan pelaku telah ditahan di Polres Lampung Selatan dengan barang bukti sebilah golok.
Supriyani dikenal sebagai ibu rumah tangga sekaligus pensiunan PNS yang aktif di lingkungan sekitar. Ia sering terlibat dalam kegiatan sosial dan pergaulan warga, sehingga kematian secara kekerasan membuat lingkungan sekitar syok. Keluarga dan tetangga tidak menyangka konflik yang ada berakhir dengan pembunuhan.
Pelaku diduga tidak mengalami perlawanan saat ditangkap dan langsung menjalani pemeriksaan. Polisi menelusuri pengakuan pelaku, latar belakang hubungan keluarga, serta kemungkinan faktor lain seperti tekanan psikologis atau ekonomi. Hasil pemeriksaan menjadi dasar penetapan unsur dan tuntutan terhadap pelaku.
Baca Juga: Pengedar 2 Kg Ganja di Kemayoran Dibekuk, Narkoba Disembunyikan di Rumah!
Dampak Sosial dan Psikologis
Tragedi ini menimbulkan keresahan di Desa Fajar Baru dan sekitarnya. Warga merasa tidak aman karena kekerasan dalam rumah tangga berakhir sampai pembunuhan di tengah lingkungan yang selama ini tampak rukun. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya deteksi dini tanda kekerasan dalam keluarga.
Keluarga korban mengalami trauma berat karena kehilangan anggota keluarga dengan cara yang sangat kejam. Anak‑anak korban berada di posisi di antara ibu dan menantu, sehingga hubungan dalam keluarga besar berpotensi terganggu. Situasi ini juga bisa memicu tekanan psikologis jangka panjang bagi para anggota keluarga.
Di tingkat masyarakat, kejadian ini menjadi catatan penting soal perlindungan kelompok usia lanjut. Kekerasan terhadap orang tua atau mertua sering kali tidak terlihat, namun berasal dari konflik yang terus menumpuk. Kehadiran lembaga sosial, tokoh agama, dan mekanisme mediasi di tingkat RT/RW bisa mencegah eskalasi konflik seperti yang terjadi di Lampung Selatan.
Penanganan Hukum dan Pencegahan
Pihak kepolisian menyatakan pelaku telah ditahan di Polres Lampung Selatan dan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Sebilah golok yang digunakan sebagai senjata tajam turut disita sebagai barang bukti. Kepolisian menegaskan pelaku akan ditindak tegas sesuai pasal terkait kekerasan yang berakibat kematian.
Penyidik meminta keterangan saksi, termasuk warga yang mendengar atau melihat kejadian. Video dan keterangan lisan menjadi dasar penyusunan berita acara dan memperkuat dakwaan ke depan. Koordinasi dengan kejaksaan juga dilakukan agar proses penuntutan dapat berjalan cepat dan transparan.
Ke depan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk perkuatan sosialisasi antikekerasan dalam rumah tangga. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan menggiatkan edukasi, pelatihan tokoh masyarakat, dan penguatan lembaga bantuan hukum bagi korban. Dengan langkah pencegahan yang lebih kuat, tragedi seperti pembunuhan pensiunan PNS di Lampung Selatan diharapkan tidak terulang.
Ikuti terus berita terbaru dan terupdate dari FAKTA HITAM agar selalu mendapatkan informasi terkini seputar dinamika politik, hukum, dan masyarakat.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari aceh.tribunnews.com
- Gambar kedua dari liputan4.com
