Fakta Mengejutkan! Pelaku Pembunuhan Kakek di Ponpes OKU Positif Narkoba
Kasus pembunuhan di pondok pesantren menggemparkan warga setelah pelaku diketahui positif narkoba saat ditangkap aparat kepolisian setempat.
Tragedi pembunuhan terjadi di Pondok Pesantren Romadon, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan. Korban Roni (73) tewas ditikam pelaku RAH (24) pada Selasa, 7 April 2026 sore. Pelaku yang merupakan buruh harian lepas ditangkap 11 menit setelah kejadian dan diketahui positif narkoba, sementara motif masih dalam penyelidikan.
Simak rangkuman berita paling heboh dan viral yang penuh fakta mengejutkan, siap menambah wawasan dan pengetahuan Anda, hanya di FAKTA HITAM.
Kronologi Pembunuhan Kejam
Kejadian terjadi pukul 17.30 WIB di halaman masjid ponpes. RAH datang dari gerbang tiba-tiba tikam Roni berulang kali disaksikan santri. Korban ambruk bersimbah darah luka dalam 5 kali tusukan dada dan leher. Saksi panik teriak minta tolong warga sekitar.
Pelaku kabur ke semak-semak dekat lokasi tapi dikelilingi warga. Satreskrim Polres OKU Timur bergerak cepat tangkap RAH pukul 18.10 WIB tanpa perlawanan. Barang bukti pisau kayu, sandal, kopiah korban diamankan TKP. Olah tempat selesai 2 jam.
Roni pendatang dari OKU dikenal pendiam tinggal ponpes. Santri trauma saksikan kekerasan brutal jelang Maghrib. Keluarga korban terpukul berat terima kehilangan mendadak. Polisi jaga ketenangan warga Martapura.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Positif Narkoba
Tes urine RAH positif sabu-sabu saat pemeriksaan awal. Kasatreskrim IPTU Rendi Ramadhona sebut pelaku di bawah pengaruh berat. Keterangan berubah-ubah sejak diamankan, sulit gali motif sebenarnya. Buruh harian lepas tinggal Jalan Pertanian Kora Baru.
Pelaku diam cenderung gelisah efek putus zat. Pemeriksaan psikolog konfirmasi gangguan perilaku akut narkoba. Riwayat pakai sabu 2 tahun dari teman sesama buruh. Polisi dalami jaringan supplier setempat.
Warga kaget RAH dikenal pendiam tapi berubah agresif akhir-akhir. Tetangga lapor sering keluar malam tanpa sepengetahuan keluarga. Narkoba jadi pemicu utama ledakan emosi membabi buta.
Baca Juga: Gila! Pria Ini Pura-Pura Jadi KPK Dan Peras Anggota DPR Ratusan Juta
Respons Polisi dan Penyelidikan
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono puji respons cepat anggota lapangan. Satreskrim amankan 5 saksi santri dan warga TKP. Visum RSUD Martapura konfirmasi luka tusuk dalam fatal. Berkas P21 siap gelar kasus 3 hari.
Pasal 338 KUHP pidana pembunuhan ancam pelaku 15 tahun penjara. Tindak pidana narkoba Pasal 111 UU Narkotika tambah hukuman. Polisi dalami kemungkinan dendam pribadi atau halusinasi efek sabu. Interogasi intensif 24 jam.
Keamanan ponpes dijaga ketat cegah kericuhan. Pengurus pesantren pasang CCTV tambahan halaman masjid. Koordinasi MUI OKU Timur dampingi keluarga korban doa bersama. Polisi himbau warga laporkan peredaran narkoba.
Dampak dan Pencegahan Narkoba
Tragedi di lingkungan pondok pesantren menjadi peringatan serius terkait ancaman narkoba di kalangan remaja desa. Korban yang tidak bersalah menjadi dampak dari penyalahgunaan oleh pelaku yang diduga pengguna narkotika. Peristiwa ini juga menimbulkan trauma bagi warga Martapura dan santri yang membutuhkan pendampingan psikologis.
Satuan Narkoba Polres Polres OKU Timur melakukan razia terhadap buruh tani di radius 10 kilometer lokasi kejadian. BNNP Sumatera Selatan juga menggelar edukasi bagi sekitar 500 pemuda di Martapura mengenai bahaya narkoba jenis sabu. Selain itu, Desa Kota Baru Barat membuka posko pengaduan narkoba yang beroperasi 24 jam.
Upaya pencegahan diperkuat melalui peningkatan ronda malam di lingkungan masjid dan pondok pesantren. Pengawasan terhadap pemuda usia 18–25 tahun diperketat dengan melibatkan peran orang tua secara aktif. Sekolah keagamaan juga mulai memasukkan materi bahaya narkoba dalam kurikulum, didukung sinergi TNI, Polri, dan masyarakat untuk menekan peredaran narkoba di Martapura.
Ikuti terus berita terbaru dan terupdate dari FAKTA HITAM agar selalu mendapatkan informasi terkini seputar dinamika politik, hukum, dan masyarakat.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari okutimurpos.bacakoran.co
- Gambar kedua dari batam.tribunnews.com
