Geger! Geber Motor Berujung Maut, Remaja di Seluma Tewas Dikeroyok
Seorang remaja asal Seluma tewas tragis setelah dikeroyok sekelompok pemuda hanya karena menggeber motor di jalan.
Insiden berdarah ini terjadi dini hari dan dipicu kesalahpahaman yang berujung aksi brutal hingga penusukan. Polisi telah menangkap tiga pelaku beserta barang bukti. Bagaimana kronologi lengkap kejadian yang merenggut nyawa korban dan membuat warga sekitar shock.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral tentang berita lainnya hanya ada di FAKTA HITAM.
Kronologi Kejadian Pengeroyokan Tragis
Seorang remaja asal Seluma, Bengkulu, berinisial DAC, meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan brutal yang terjadi di Jalan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, pada Minggu dini hari, 29 Maret 2026 sekitar pukul 02.39 WIB. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus keprihatinan atas maraknya kekerasan di kalangan remaja.
Kejadian bermula saat korban DAC bersama rekannya, ANG, datang ke kawasan Simpang Kandis untuk menemui seorang kenalan perempuan. Namun, situasi berubah menjadi tegang ketika DAC secara tidak sengaja menggeber sepeda motornya di dekat sekelompok pemuda yang sedang berkumpul di pinggir jalan.
Aksi tersebut memicu kesalahpahaman yang berujung pada cekcok mulut. Teguran yang awalnya sederhana berubah menjadi konflik terbuka hingga akhirnya terjadi aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap kedua korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Aksi Kekerasan yang Berujung Kematian
Menurut keterangan pihak kepolisian, salah satu pelaku berinisial AR diduga menjadi orang pertama yang melakukan serangan dengan memukul DAC dari arah belakang. Serangan mendadak tersebut membuat korban tidak sempat menghindar.
Tidak lama setelah itu, pelaku lain berinisial AI mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban DAC di bagian punggung. Serangan tersebut membuat kondisi korban semakin parah dan tidak berdaya di tengah situasi yang semakin kacau.
Meski sempat berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian, luka serius yang diderita DAC membuatnya akhirnya meninggal dunia. Insiden ini menjadi bukti betapa cepatnya konflik kecil dapat berubah menjadi tragedi fatal.
Baca Juga: Heboh! Preman Yang Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta Akhirnya Dibekuk
Korban Lain Alami Luka Serius
Selain DAC yang meninggal dunia, rekannya ANG juga menjadi korban pengeroyokan oleh para pelaku. ANG mengalami kekerasan fisik secara brutal yang dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok tersebut.
Akibat penganiayaan tersebut, ANG mengalami berbagai luka serius, termasuk memar di bagian mata, luka pada bibir, serta luka robek di bagian belakang kepala. Bahkan, korban sempat terjatuh dan kehilangan kesadaran di lokasi kejadian.
Beruntung, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke tempat yang lebih aman. Meski selamat, kondisi ANG cukup memprihatinkan dan memerlukan perawatan medis akibat luka yang dideritanya.
Penangkapan Pelaku dan Proses Hukum
Setelah melakukan penyelidikan intensif, pihak kepolisian berhasil mengamankan tiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Ketiga pelaku diketahui berinisial DN (19), AI (18), dan AR (17).
Penangkapan dilakukan pada Rabu, 1 April 2026, di kawasan Gang Setia Negara, Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu. Polisi menyatakan bahwa ketiganya ditangkap tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolresta Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebilah pisau sepanjang sekitar 20 cm yang diduga digunakan untuk menusuk korban. Para pelaku kini dijerat dengan pasal terkait tindak kekerasan bersama yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com
