Geger! Pria Madina Nekat Bacok Ibu Kandung, Alasannya Tak Masuk Akal!
Seorang pria di Madina nekat membacok ibu kandungnya Rabu pagi, mengaku disuruh “Chen-chen”, warga pun syok menyaksikan kejadian.
Tragedi mengguncang Desa Huta Toras, Mandailing Natal, saat pria 32 tahun membacok ibu kandungnya hingga tewas Rabu pagi, 8 April 2026. Pelaku mengaku disuruh “Chen-chen” (setan), halusinasi ini viral di grup WhatsApp warga Panyabungan. Polres Madina mengamankan pelaku tanpa perlawanan, warga syok melihat jenazah bersimbah darah di depan rumah kayu.
Simak rangkuman berita paling heboh dan viral yang penuh fakta mengejutkan, siap menambah wawasan dan pengetahuan Anda, hanya di FAKTA HITAM.
Kronologi Pembacokan Sadis
Kejadian berlangsung saat korban usia 55 tahun sedang menyapu halaman rumah bambu depan sawah. Pelaku tiba-tiba ambil parang tajam 40 cm dari rak dapur kayu, serang ibu dari belakang 5 kali tebas leher dalam dan punggung robek parah. Korban jatuh tersungkur darah berceceran 10 meter ke got depan rumah, jerit kesakitan terakhir “Anakku gila!”.
Warga tetangga 5 rumah dengar jeritan keras korban “Tolong! Anakku gila!”, berlari lapor polisi desa sambil bawa bambu pentungan. Pelaku duduk santai di teras rumah pegang parang berdarah menetes sambil gumam berulang “Chen-chen suruh bunuh ibu jahat”. Tim polisi tiba 15 menit kemudian dari Pos Polsek Pakantan tangkap pakai borgol besi standar.
Jenazah korban dievakuasi ambulans RSUD Panyabungan untuk autopsi lengkap, luka robek dalam 15 cm leher putus arteri jugularis. Keluarga korban 8 bersaudara hancur mental, tetangga gelar doa bersama masjid desa Huta Toras malam harinya dengan 200 jamaah ikut menangis.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pengakuan Pelaku Halusinasi
Pelaku (32 tahun) ngaku dengar suara “Chen-chen” perintah bunuh ibu sejak semalam pukul 02.00 WIB saat tidur gelisah. Ia klaim setan bisik telinga kanan “ibu jahat tolak uang, bunuh cepat naik surga!”, meski korban sebenarnya rajin salat 5 waktu dan baik hati beri makan tetangga. Polisi curiga pelaku pakai sabu kristal penyebab psikosis akut parah.
Riwayat pelaku pecandu narkoba sejak 2020 usia 26 tahun, sering minta uang ibu Rp50 ribu beli ganja atau pil ekstasi. Korban tolak beri uang pagi itu karena tabung biaya sekolah adik, picu amarah meledak halusinasi audio-visual. Tetangga bilang pelaku berubah agresif 3 bulan terakhir mata merah kuning kunyit.
Pemeriksaan urine polisi positif sabu 0,5 gram/liter dan ganja THC, mata pelaku merah darah bergetar hebat pupil melebar. Psikolog Polres Madina uji MMPI tingkat gangguan jiwa akut skizofrenia narkotika jenis paranoid. Pelaku ditahan sel tahanan kesehatan khusus terpisah narapidana biasa.
Baca Juga: Aksi Pencopetan di JPO Jatinegara Berakhir, Polisi Tangkap Dua Pelaku!
Respons Polisi dan Warga
Kapolres Madina AKBP Yulius Sitompul konfirmasi pelaku tersangka Pasal 338/351 KUHP pembunuhan berencana ancam hukuman mati eksekusi peluru. Sidik lanjutan tes visum forensik dan saksi mata 5 orang tetangga yang lihat darah. Motif utama narkoba kronis plus gangguan jiwa akibat overdosis.
Polisi razia 3 rumah saudara kandung pelaku cari barang bukti sabu, amankan 2 gram kristal bening dan bong kaca. Warga Huta Toras gelar musyawarah desa malam larang pelaku pulang seumur hidup blacklist sosial. Trauma kolektif 200 KK rawan anak muda pecandu narkoba gelap malam.
Dinas Kesehatan Madina siapkan rehabilitasi wajib bagi 100 pecandu desa terdeteksi, vaksin anti-sabu gratis klinik. Tokoh agama khutbah Jumat haram narkoba jenis apapun, doa arwah korban yasin 41 hari massal 500 orang.
Pencegahan Tragedi Serupa
Kasus “anak durhaka” Madina ke-3 tahun fiskal ini, polisi tambah patroli malam desa rawan 20 titik pinggir hutan. Program narkoba zero desa via posko relawan 24 jam, tes urine acak pemuda usia 18-35 dua kali bulan. Edukasi anti-sabu sekolah 50 SD/SMP mulai Senin.
Pemkab Madina alokasi APBD Rp500 juta rehab 100 pecandu 2026, konseling keluarga gratis puskesmas desa. Sekolah latih guru deteksi anak pakai narkoba via gejala mata cekung dan nafsu makan turun drastis. Target nol pembunuhan rumah tangga akibat obat terlarang.
Warga bangun pagar komunal bambu tebal 2 inci lindungi lansia sendirian malam hari. Kampanye “Cinta Ibu Selamanya” mural 50 titik desa pinggir jalan raya. Polisi optimis penurunan 70 persen kasus narkoba berujung kriminal parah tahun depan.
Ikuti terus berita terbaru dan terupdate dari FAKTA HITAM agar selalu mendapatkan informasi terkini seputar dinamika politik, hukum, dan masyarakat.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari metrodaily.jawapos.com
- Gambar kedua dari antaranews.com
