Tragis! Pamit Mandi Tak Pernah Pulang, Man Colik Tewas Misterius dan Kalung Emas Raib
Kasus kematian I Nyoman Cita alias Man Colik (50) masih menyisakan tanda tanya besar bagi warga Kabupaten Klungkung, Bali.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang lawar itu awalnya hanya berpamitan kepada keluarganya untuk mandi di Sungai Bubuh, sebuah kebiasaan yang rutin ia lakukan sepulang bekerja. Namun, sore itu menjadi pertemuan terakhir bersama keluarganya.
Sehari setelah dinyatakan hilang, Man Colik ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka serius pada tubuh korban. Selain itu, kalung emas seberat 70 gram yang biasa dikenakannya juga tidak ditemukan. Polisi kini masih bekerja mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.
Berawal dari Kebiasaan Mandi di Sungai yang Berujung Petaka
Peristiwa ini bermula pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 17.30 Wita. Menurut sang istri, Ni Wayan Yeni, suaminya berpamitan untuk mandi di Sungai Bubuh, Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan. Aktivitas tersebut bukan hal baru karena hampir setiap hari dilakukan Man Colik untuk melepas penat setelah bekerja.
Biasanya, korban sudah kembali ke rumah sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 Wita. Namun malam itu, ia tak kunjung pulang. Merasa khawatir, keluarga meminta anaknya mencari ke lokasi sungai. Di sana hanya ditemukan sepeda motor Honda Scoopy milik korban dalam keadaan terkunci, sementara korban tidak terlihat di sekitar lokasi.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Banjarangkan sekitar pukul 21.45 Wita. Polisi bersama warga langsung melakukan pencarian di sekitar aliran sungai. Sayangnya, kondisi yang gelap dan minim penerangan membuat pencarian dihentikan menjelang tengah malam.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Jasad Korban Ditemukan Mengapung di Dekat Jembatan
Pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis pagi, 2 Juli 2026. Tidak lama setelah penyisiran dimulai, seorang warga yang berada di atas Jembatan Bypass melihat sesosok tubuh mengapung di sungai.
Penemuan itu segera dilaporkan kepada petugas. Polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Korban ditemukan dalam posisi telungkup di aliran sungai sebelah selatan Jembatan Bypass dekat Kantor KPU Klungkung.
Saat pemeriksaan visual dilakukan, petugas menemukan sejumlah luka robek pada bagian punggung dan perut korban. Temuan tersebut membuat dugaan awal bahwa korban meninggal karena tenggelam langsung mengarah pada kemungkinan adanya tindak kekerasan.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Klungkung untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Baca Juga: Kafe de’Clan hingga Money Changer Mendadak Disegel Polisi, Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Ini?
Hasil Autopsi Menguatkan Dugaan Pembunuhan
Autopsi yang dilakukan dokter forensik mengungkap fakta mengejutkan. Korban mengalami tiga luka tusukan yang diduga berasal dari senjata tajam bermata dua.
Tusukan pertama berada di bagian punggung bawah dan menembus paru-paru serta hati dengan kedalaman sekitar 23 sentimeter. Luka kedua memiliki kedalaman sekitar 12 sentimeter, sedangkan tusukan ketiga berada di bagian perut dengan kedalaman sekitar 6 sentimeter.
Selain luka tusukan, keluarga korban juga menemukan bekas jeratan di bagian leher. Mereka menduga bekas tersebut muncul ketika pelaku berusaha menarik paksa kalung emas yang dikenakan korban.
Temuan autopsi semakin memperkuat dugaan bahwa Man Colik menjadi korban pembunuhan. Keluarga pun berharap aparat kepolisian segera mengungkap siapa pelaku di balik aksi yang mereka nilai sangat keji tersebut.
Kalung Emas 70 Gram Hilang, Motif Perampokan Jadi Sorotan
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelidikan adalah hilangnya kalung emas seberat 70 gram milik korban. Perhiasan itu diketahui hampir selalu dipakai Man Colik saat beraktivitas sehari-hari.
Keluarga menduga pelaku tidak hanya menghabisi nyawa korban, tetapi juga membawa kabur kalung emas tersebut. Dugaan ini membuat kemungkinan motif perampokan ikut menjadi fokus penyelidikan polisi.
Pihak keluarga berharap kasus tersebut segera menemukan titik terang. Mereka meminta pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan.
Sementara itu, jenazah Man Colik masih dititipkan di RSUD Klungkung setelah proses autopsi selesai dilakukan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polisi Telusuri CCTV dan Jejak Kalung Emas Korban
Satreskrim Polres Klungkung terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap misteri kematian Man Colik. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum menghilang.
Selain itu, polisi juga menelusuri rekaman CCTV yang berada di sekitar Jalan Bypass Ida Bagus Mantra dan kawasan sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai pergerakan korban maupun orang yang diduga terlibat.
Tidak hanya berhenti di sana, penyidik juga mencari keberadaan kalung emas 70 gram milik korban. Polisi mendatangi sejumlah penjual dan pembeli emas untuk memastikan apakah ada transaksi yang berkaitan dengan perhiasan tersebut setelah kejadian.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat kepolisian berharap kombinasi hasil autopsi, keterangan para saksi, rekaman CCTV, serta penelusuran terhadap barang milik korban dapat membuka jalan untuk mengungkap identitas pelaku. Masyarakat pun menantikan perkembangan terbaru agar kasus pembunuhan yang menggemparkan Klungkung ini segera terpecahkan dan keluarga korban memperoleh kepastian hukum.
