Kafe de’Clan hingga Money Changer Mendadak Disegel Polisi, Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Ini?
Suasana di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, mendadak menjadi perhatian setelah polisi melakukan penggeledahan di Kafe de’Clan Signature dan sebuah money changer.
Dua lokasi tersebut kini disegel sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi yang menyeret tiga perkara besar. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, mulai dari dokumen penting, uang tunai dalam berbagai mata uang, hingga perangkat elektronik. Penyidik juga mendalami dugaan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan transaksi di tempat tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari FAKTA HITAM.
Polisi Segel Dua Lokasi, Aktivitas Kafe Tetap Berjalan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan pada bagian tertentu di Kafe de’Clan Signature. Polisi tidak menutup seluruh operasional kafe karena hanya beberapa ruangan yang berkaitan dengan proses penyidikan.
Menurut Budi, ruangan di lantai dua yang berfungsi sebagai kantor menjadi area yang masih dalam status quo. Sementara itu, pihak manajemen tetap dapat menjalankan aktivitas operasional di lantai satu.
“Tentang penyitaan ini terkait dua ruangan. Untuk operasional tetap kami kembalikan kepada pihak manajemen untuk operasional di lantai 1. Tapi di lantai 2 itu berupa kantor, itu yang kami lakukan status quo dalam proses penyidikan dugaan korupsi,” ujar Budi.
Selain kafe, polisi juga melakukan langkah serupa terhadap money changer yang berada di kawasan Cipete. Penyidik menduga terdapat transaksi tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap aliran dana.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Uang Asing hingga Dokumen Diamankan untuk Pemeriksaan
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang yang dianggap memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang berjalan. Polisi mengamankan dokumen, uang rupiah, dolar Amerika Serikat (USD), hingga dolar Singapura.
Budi Hermanto mengatakan seluruh barang bukti tersebut akan dianalisis untuk mengetahui hubungan dengan dugaan korupsi dan pencucian uang.
Selain dokumen dan uang, polisi juga menyita beberapa telepon genggam. Tim digital forensik akan memeriksa isi perangkat tersebut untuk mencari informasi tambahan yang dapat membantu proses penyidikan.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi juga menjadi bagian dari pemeriksaan. Polisi ingin memastikan seluruh aktivitas yang terjadi di tempat tersebut dapat diketahui secara menyeluruh.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp6 Miliar, Ketua dan Bendahara KONI Majalengka Jadi Tersangka
Tiga Kasus Besar Jadi Fokus Pengusutan Polisi
Penggeledahan Kafe de’Clan dan money changer tidak berdiri sendiri. Polisi melakukan penyidikan yang berkaitan dengan tiga dugaan kasus korupsi besar.
Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut penyelidikan dilakukan melalui kerja sama antara Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Tiga perkara yang menjadi fokus pengusutan meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang berkaitan dengan gangguan listrik atau blackout di Sumatera, kasus ASABRI, serta dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur suap, gratifikasi, hingga pencucian uang dalam rangkaian kasus tersebut.
Kasus Korupsi Ini Jadi Perhatian Pemerintah
Polisi menyebut pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap perkara korupsi yang mendapat perhatian pemerintah. Penyidik terus mengumpulkan berbagai bukti untuk memperkuat proses hukum.
Kombes Budi Hermanto mengatakan penanganan perkara dugaan korupsi tersebut menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, rangkaian penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti yang diperlukan dalam penyidikan.
“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan,” kata Budi.
Ia menambahkan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah lokasi lain yang diduga memiliki hubungan dengan perkara tersebut.
Penyidik Telusuri Dugaan Aliran Dana dan Pencucian Uang
Selain mencari bukti terkait tindak pidana korupsi, polisi juga fokus menelusuri kemungkinan adanya pencucian uang. Pemeriksaan transaksi di money changer menjadi salah satu langkah untuk mengetahui pergerakan dana yang mencurigakan.
Penyidik akan mencocokkan dokumen, transaksi keuangan, serta hasil pemeriksaan digital dengan fakta yang ditemukan selama proses penggeledahan.
Hingga saat ini, polisi masih menjalankan penyidikan secara bertahap. Status penyegelan di beberapa lokasi akan tetap berlaku sampai penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap barang bukti dan informasi yang diperoleh.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan dugaan korupsi yang berkaitan dengan sektor strategis. Polisi memastikan proses hukum berjalan dengan mengedepankan pengumpulan bukti secara menyeluruh sebelum menentukan langkah berikutnya.
