Akhir Pelarian! Anggota KKB Pembunuh Warga Maros Ditangkap di Mimika
Akhir pelarian anggota KKB yang terlibat pembunuhan warga Maros akhirnya terhenti di Mimika setelah dua bulan buron dan berpindah-pindah lokasi.
Penangkapan ini mengungkap peran pelaku dalam aksi penembakan yang menewaskan korban. Aparat kini terus mendalami jaringan kelompok tersebut guna memastikan keamanan masyarakat serta mencegah terulangnya aksi kekerasan di wilayah Papua Tengah.
Simak rangkuman berita paling heboh dan viral yang penuh fakta mengejutkan, siap menambah wawasan dan pengetahuan Anda, hanya di FAKTA HITAM.
Akhir Pelarian Anggota KKB Setelah Dua Bulan
Aparat keamanan akhirnya berhasil menangkap seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) berinisial TJ alias K alias AW di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penangkapan ini menjadi titik terang setelah pelaku sebelumnya masuk dalam daftar buronan selama kurang lebih dua bulan.
Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh pelaku terjadi di Kabupaten Puncak Jaya dan sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Korban yang saat itu sedang berjaga di kios mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
Keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil kerja keras aparat yang terus melakukan pengejaran dan penyelidikan intensif. Selama masa pelarian, pelaku diketahui berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran petugas. Penangkapan ini sekaligus menjadi bukti komitmen aparat dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Penangkapan di Mimika
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, pelaku ditangkap di area SP 2, Mimika, pada Minggu, 26 April 2026, sekitar pukul 10.56 WIT. Operasi penangkapan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan situasi di lapangan. Aparat telah memantau pergerakan pelaku sebelum akhirnya melakukan tindakan penangkapan.
Saat hendak diamankan, pelaku justru melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri ke arah hutan di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut memaksa petugas untuk melakukan pengejaran demi mencegah pelaku kabur kembali. Dalam situasi tersebut, aparat mengambil langkah tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku melalui tembakan yang mengenai bagian kaki kiri.
Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghentikan pelaku tanpa menghilangkan nyawanya. Setelah berhasil dilumpuhkan, pelaku langsung diamankan oleh petugas dan situasi di lokasi penangkapan berhasil dikendalikan. Langkah cepat ini dinilai penting untuk mencegah potensi ancaman lanjutan terhadap masyarakat sekitar.
Baca Juga: Gila! Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Umbulharjo, Ini Fakta Gelapnya
Perawatan dan Identitas Pelaku Terungkap
Setelah penangkapan, pelaku segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Timika untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi pelaku saat itu membutuhkan perawatan akibat luka tembak yang dideritanya. Aparat memastikan bahwa pelaku tetap mendapatkan haknya dalam hal perawatan kesehatan meskipun berstatus sebagai tersangka.
Dari hasil identifikasi, diketahui bahwa TJ merupakan bagian dari KKB Mewoluk yang dipimpin oleh Ternus Enumbi. Kelompok ini dikenal aktif melakukan berbagai aksi kekerasan di sejumlah wilayah Papua Tengah. Keanggotaan pelaku dalam kelompok tersebut memperkuat dugaan keterlibatannya dalam berbagai tindakan kriminal sebelumnya.
Selain itu, aparat juga menemukan bahwa pelaku memiliki mobilitas tinggi selama masa pelarian. Ia sering berpindah lokasi dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menghindari kejaran aparat keamanan.
Rekam Jejak dan Status DPO
Pelaku TJ sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penembakan yang terjadi pada 12 Februari 2026. Insiden tersebut berlangsung di pertigaan Puskesmas Ilu, Kabupaten Puncak Jaya. Dalam kejadian itu, korban Ahmad Gunawan menjadi sasaran penembakan hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasus ini menjadi salah satu prioritas aparat dalam upaya penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata di Papua. Penembakan terhadap warga sipil dinilai sebagai tindakan serius yang tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, pengejaran terhadap pelaku dilakukan secara intensif hingga akhirnya berhasil ditangkap.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.tv
- Gambar Kedua dari news.detik.com
