Bobby Rizaldi Dipanggil KPK, Ada Apa di Balik Dugaan Pengaturan Audit Muara Enim?
KPK periksa Bobby Rizaldi terkait dugaan pengaturan audit Muara Enim, penyidik dalami perubahan temuan BPK yang diduga memengaruhi opini laporan keuangan daerah.
Pemeriksaan Bobby berlangsung pada Kamis (16/7). Penyidik menggali informasi terkait dugaan perubahan hasil temuan audit yang membuat opini laporan keuangan Pemkab Muara Enim berubah dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
FAKTA HITAM akan mengulas perkembangan terbaru kasus dugaan pengaturan audit Muara Enim yang tengah didalami KPK, termasuk pemeriksaan Bobby Rizaldi, temuan dokumen penting, serta dugaan perubahan hasil audit yang menjadi sorotan.
KPK Telusuri Dugaan Perubahan Hasil Audit Muara Enim
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pemeriksaan Bobby bertujuan memperkuat bukti yang sudah dikantongi penyidik. Salah satu fokus utama penyelidikan adalah dugaan adanya pengaturan dalam proses pemeriksaan audit BPK terhadap Pemkab Muara Enim.
Menurut Budi, penyidik ingin mengetahui sejauh mana keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam proses perubahan temuan audit. KPK menduga terdapat upaya untuk mengubah hasil pemeriksaan sehingga memengaruhi opini laporan keuangan daerah.
“Penyidik mendalami pengetahuan saksi berkaitan dengan dugaan pengaturan temuan audit yang dilakukan BPK di Kabupaten Muara Enim,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemeriksaan Bobby Berkaitan dengan Sosok Angga
Selain menggali soal audit, penyidik juga meminta keterangan Bobby mengenai hubungannya dengan Augusz Dewanggara alias Angga. KPK menduga pihak swasta tersebut memiliki akses dalam dugaan pengaturan proses audit di wilayah Muara Enim.
Budi menyebut penyidik ingin mengetahui bagaimana Angga bisa memiliki kendali atau pengaruh dalam proses pemeriksaan audit. Namun, KPK memastikan Bobby tidak menjalani pemeriksaan bersama Angga meski keduanya diperiksa pada hari yang sama.
Penyidik memilih melakukan pemeriksaan secara terpisah untuk menggali keterangan masing-masing pihak. Langkah tersebut dilakukan agar penyidik mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait peran setiap orang dalam perkara ini.
Baca Juga: Dokter Tifa Kembali Soroti Jokowi, Ungkit Ijazah UGM dan Absennya di Reuni Alumni
KPK Temukan Dokumen Penting dari Penggeledahan

Dalam proses penyidikan, KPK sebelumnya telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk kantor BPK Sumatera Selatan. Penyidik juga menyita berbagai dokumen yang berkaitan dengan proses audit Pemkab Muara Enim.
Beberapa barang bukti yang diamankan berupa dokumen kertas kerja pemeriksaan, dokumen perubahan temuan audit, serta catatan yang berkaitan dengan perubahan opini laporan keuangan dari WDP menjadi WTP.
KPK juga menemukan petunjuk mengenai dugaan intervensi dalam proses perubahan hasil pemeriksaan. Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari proses pendalaman untuk mengungkap seluruh rangkaian perkara.
Sejumlah Saksi Ikut Diperiksa KPK
Pemeriksaan Bobby bukan satu-satunya agenda KPK pada hari tersebut. Penyidik juga meminta keterangan sejumlah pihak lain yang dianggap mengetahui proses audit di Pemkab Muara Enim.
Beberapa saksi yang diperiksa antara lain Tuning Rahayu selaku Tenaga Ahli Bobby, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) V BPK Widhi Widayat, Kepala Sub Direktorat Pemeriksaan I.C.2 BPK Ahdony Asfiansyah, serta Kepala Sekretariat AKN V BPK Wahyu Tri Handoko.
Keterangan para saksi tersebut diharapkan dapat membantu penyidik merangkai fakta mengenai dugaan perubahan temuan audit dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Lima Orang Sudah Jadi Tersangka dalam Kasus Ini
Dalam perkara dugaan suap terkait audit Muara Enim, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pihak pemberi dan penerima suap yang diduga memiliki peran berbeda.
Tiga orang yang diduga sebagai pemberi suap yaitu Bupati Muara Enim periode 2025-2030 Edison, serta dua pihak dari PT Millenium Solusi Abadi (MSA), yakni Cory Erin Hardi dan Fika.
Sementara itu, dua orang lainnya diduga sebagai penerima suap. Mereka adalah ASN BPK sekaligus pengendali teknis Titin Rita Lestari dan pihak swasta Augusz Dewanggara alias Angga.
KPK masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang ikut berperan dalam dugaan pengaturan audit tersebut. Pemeriksaan terhadap Bobby Rizaldi menjadi salah satu langkah penting untuk memperjelas alur perkara yang menyeret sejumlah pihak.
