GEGER! 8 WN Vietnam Diciduk di Jawa Timur, Diduga Terlibat Sindikat Penipuan Online Internasional
Aparat kepolisian membongkar aktivitas mencurigakan yang melibatkan delapan pria warga negara Vietnam di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Mereka diduga menjalankan aksi penipuan dengan menyasar korban di negara asalnya. Pengungkapan ini sekaligus membuka fakta mengenai modus penipuan yang memanfaatkan identitas petugas pemerintah untuk memperdaya korban.
Yuk, kunjungi FAKTA HITAM untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kasus kriminal, kejahatan siber, penipuan, pengungkapan jaringan pelaku, hingga berbagai peristiwa hukum yang menarik perhatian publik.
Polisi Bongkar Dugaan Penipuan Online Internasional
Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipuan online yang melibatkan delapan warga negara Vietnam. Pengungkapan kasus tersebut bermula dari koordinasi antara pihak Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dan kepolisian terkait aktivitas warga negara asing di Sidoarjo.
Selanjutnya, penyelidikan mengarah ke sebuah rumah di Perumahan Citra Garden, Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat para tersangka menjalankan aktivitas penipuan secara daring.
Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Candra Putra menjelaskan bahwa aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut diduga berlangsung sejak Maret hingga Juli 2026.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Delapan Pria Vietnam Diduga Gunakan Modus Menyamar
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan delapan pria berkewarganegaraan Vietnam. Mereka masing-masing berinisial VQM, VBV, VQT, QCT, VQC, VTL, VTC, dan VCD dengan rentang usia 19 hingga 32 tahun.
Berdasarkan hasil penyelidikan, para tersangka diduga menyamar sebagai petugas departemen registrasi kendaraan bermotor di Vietnam. Mereka kemudian menawarkan bantuan terkait kebijakan emisi kendaraan bermotor kepada calon korban.
Setelah berhasil meyakinkan korban, para tersangka meminta sejumlah uang melalui transfer. Salah satu korban yang teridentifikasi bernama Nong Thi Tich dilaporkan mengalami kerugian sebesar 5 juta dong Vietnam.
Baca Juga:Â Penggerebekan Besar-Besaran! 21 WNA Diciduk Terkait Dugaan Operasi Judi Online Internasional
Puluhan Ponsel dan Laptop Jadi Barang Bukti
Saat melakukan pengungkapan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan tersebut. Barang bukti itu meliputi 20 unit telepon seluler dari berbagai merek dan tujuh unit komputer maupun laptop.
Selain perangkat elektronik, petugas juga mengamankan tiga kamera pengawas CCTV dan dua monitor. Polisi turut menyita sejumlah kartu identitas serta dokumen perjanjian sewa rumah.
Seluruh barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari proses penyidikan. Melalui pemeriksaan perangkat elektronik, penyidik berupaya mendalami aktivitas para tersangka sekaligus mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Terancam Hukuman Berlapis, Polisi Dalami Jaringan
Atas dugaan perbuatannya, kedelapan tersangka disangkakan melanggar sejumlah ketentuan hukum. Di antaranya Pasal 122 huruf a UU Keimigrasian, ketentuan pidana dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 492 KUHP.
Selain itu, penanganan perkara melibatkan koordinasi dengan pihak kepolisian Vietnam. Kerja sama tersebut diperlukan karena korban dan dugaan tindak penipuan berada di negara berbeda.
Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka serta kemungkinan adanya jaringan lain. Polisi juga terus menelusuri bukti untuk memperjelas rangkaian dugaan penipuan lintas negara tersebut.
Kesimpulan
Penangkapan delapan pria asal Vietnam di Sidoarjo menjadi perhatian dalam upaya pemberantasan kejahatan siber lintas negara. Modus penyamaran sebagai petugas pemerintah menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap tawaran bantuan yang meminta transfer uang. Sementara itu, proses hukum terhadap para tersangka masih berjalan dan kepolisian terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.
Jangan sampai ketinggalan berita penting! Kunjungi FAKTA HITAM sekarang juga dan ikuti berbagai informasi kriminal yang sedang menjadi sorotan!
