Geger! Anak Hotman Paris Bongkar Kekecewaan ke Sang Ayah Usai Bela Febrie, Sindiran Soal Orang Miskin Jadi Sorotan
Nama pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan setelah putranya, Frank Alexander, menyampaikan kritik keras melalui media sosial. Frank mengungkapkan rasa kecewanya terhadap keputusan sang ayah yang memilih menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Melalui Instagram Story akun @frankalexand3r, Frank menyampaikan pandangannya mengenai citra kepedulian terhadap masyarakat kecil. Ia menilai isu pembelaan terhadap orang miskin hanya menjadi bagian dari strategi pemasaran. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik karena menyangkut sosok Hotman Paris yang selama ini dikenal aktif menampilkan kepedulian sosial.
FAKTA HITAM akan mengulas polemik terbaru keluarga Hotman Paris setelah Frank Alexander menyampaikan kritik terkait keputusan sang ayah mendampingi Febrie Adriansyah.
Frank Alexander Soroti Sikap Sang Ayah
Dalam unggahannya, Frank menuliskan kritik yang cukup tajam terhadap ayahnya. Ia menyebut masyarakat miskin hanya menjadi alat promosi dan bukan perhatian utama. Pernyataan itu ia sampaikan dalam bahasa Inggris melalui akun Instagram pribadinya.
“Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention,” tulis Frank dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu kemudian menyebar dan memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian mempertanyakan alasan Frank menyampaikan kritik terbuka kepada keluarganya sendiri, sementara sebagian lainnya menunggu penjelasan dari pihak Hotman Paris.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kritik Frank muncul setelah Hotman Paris mengambil posisi sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah. Keputusan tersebut menjadi perhatian publik karena Febrie merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Sebagai pengacara yang sering menangani kasus besar, Hotman Paris memang kerap mendapat sorotan ketika menangani perkara yang melibatkan tokoh publik. Kehadirannya dalam kasus tersebut kembali memunculkan perbincangan mengenai strategi hukum dan pilihan klien yang ia dampingi.
Baca Juga: KPK Geledah Safe House Bupati Sukoharjo di Solo, Ada Apa di Balik Lokasi Rahasia Ini?
Frank Minta Akun Hotman911 Official Ditutup
Tidak hanya mengkritik keputusan sang ayah, Frank juga menyinggung keberadaan akun Hotman911 Official. Ia meminta agar akun tersebut ditutup karena menurutnya akun itu berkaitan dengan strategi pemasaran bisnis Holywings.
Frank menilai berbagai aktivitas yang menampilkan kepedulian sosial melalui akun tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kepedulian yang sebenarnya. Namun, pandangan tersebut merupakan pendapat pribadi Frank yang ia sampaikan melalui media sosial.
Benny Djannah Ikut Terseret Dalam Pernyataan Frank
Selain Hotman Paris, Frank juga menyebut nama Benny Djannah yang merupakan asisten pribadi Hotman Paris. Dalam unggahannya, Frank melontarkan tudingan terkait dugaan keterlibatan Benny dalam praktik makelar kasus di pengadilan.
Frank bahkan menulis bahwa kasus tersebut seharusnya mendapat perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, tudingan tersebut masih berupa pernyataan pribadi dan belum memiliki pembuktian hukum.
Hingga saat ini, Benny Djannah maupun Hotman Paris belum memberikan tanggapan resmi mengenai pernyataan yang disampaikan Frank melalui Instagram.
Publik Tunggu Klarifikasi Hotman Paris
Pernyataan Frank Alexander membuat publik menunggu respons dari Hotman Paris terkait kritik yang muncul dari putranya sendiri. Konflik keluarga yang muncul ke ruang publik ini menjadi perhatian karena melibatkan figur hukum yang cukup dikenal masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat tetap perlu melihat persoalan ini secara objektif. Setiap tudingan harus melalui proses pembuktian yang jelas sebelum seseorang mendapatkan kesimpulan. Hingga ada klarifikasi resmi dari pihak terkait, pernyataan Frank masih menjadi pandangan pribadi yang muncul melalui media sosial.
