Nekat Banget! Si Buluk Bobol SMAN Tangsel Lewat Tembok, Bawa Kabur 6 Laptop
Aksi nekat Si Buluk bikin geger! Pria 33 tahun bobol SMAN 2 Tangsel lewat tembok dan membawa kabur enam laptop dari ruang kelas.
Kasus pencurian itu terjadi pada 17 April 2026. Setelah beberapa bulan menjadi buronan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku dan mengungkap cara yang digunakan saat menjalankan aksinya. Simak ulasan lengkapnya dari FAKTA HITAM.
Aksi Tengah Malam Bikin Enam Laptop Sekolah Raib
Kejadian bermula ketika seorang office boy (OB) menemukan laptop di ruang kelas sudah tidak berada di tempatnya saat pagi hari. Pihak sekolah kemudian melakukan pengecekan dan menemukan adanya dugaan pencurian.
Polisi menerima laporan tersebut dan langsung melakukan penyelidikan. Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan aktivitas seseorang memasuki area sekolah pada malam kejadian.
Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya menjelaskan bahwa rekaman CCTV menunjukkan seorang pria masuk melalui jendela kelas yang tidak terkunci atau tidak tertutup rapat sekitar pukul 23.30 WIB.
Pelaku kemudian masuk ke ruang kelas dan mengambil sejumlah laptop yang tersedia di dalam ruangan. Setelah berhasil membawa barang curian, pelaku meninggalkan lokasi tanpa diketahui pihak sekolah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Si Buluk Panjat Tembok Sekolah Demi Jalankan Aksi
Berdasarkan hasil pemeriksaan, BS melakukan aksinya seorang diri. Ia memilih jalur belakang sekolah sebagai akses masuk dengan cara memanjat tembok.
Setelah berada di dalam area sekolah, pelaku menuju ruang kelas yang memiliki jendela terbuka. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk masuk dan mengambil enam laptop yang tersimpan di dalam ruangan.
Polisi menyebut pelaku sudah mengetahui situasi sekitar lokasi sebelum menjalankan aksinya. Cara tersebut membuat BS berhasil membawa kabur laptop tanpa menimbulkan kecurigaan pada malam kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku berani menyasar fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa dan tenaga pengajar.
Baca Juga:Â Geger! Polri Bongkar Dugaan Mega Korupsi PLN, Asabri, Hingga Krakatau Steel atas Atensi Presiden
Sempat Buron, Pelaku Akhirnya Ditangkap Polisi
Usai melakukan pencurian, BS sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. Tim penyidik terus melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan keberadaan pelaku.
Polisi menangkap BS pada Selasa, 7 Juli 2026, di Jalan Utama Karya, Setu, Tangerang Selatan. Penangkapan tersebut mengakhiri pelarian pelaku selama beberapa waktu.
Saat diamankan, BS mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah mengambil enam laptop dari SMAN 2 Tangerang Selatan dengan cara masuk melalui bagian belakang sekolah.
Petugas kemudian membawa pelaku ke Polsek Cisauk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus pencurian tersebut.
Tiga Laptop Berhasil Diamankan, Sisanya Sudah Terjual
Dari hasil pengembangan kasus, polisi berhasil menemukan tiga laptop yang masih tersisa. Sementara tiga laptop lainnya sudah tidak berada di tangan pelaku karena telah dijual.
Penyidik masih mendalami informasi terkait penjualan barang curian tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui atau membantu proses setelah pencurian terjadi.
Barang bukti yang berhasil diamankan kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memperkuat perkara hukum terhadap pelaku.
Pelaku Jadi Tersangka dan Terancam Proses Hukum
Polsek Cisauk menetapkan BS sebagai tersangka atas kasus pencurian enam laptop di SMAN 2 Tangerang Selatan. Pelaku juga sudah ditahan untuk menjalani proses hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi sekolah maupun masyarakat agar meningkatkan keamanan lingkungan, terutama pada fasilitas yang menyimpan barang berharga.
Polisi mengimbau pihak sekolah untuk memperkuat sistem keamanan, seperti memastikan pintu dan jendela terkunci serta memaksimalkan penggunaan kamera pengawas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
