Polda Metro Guncang Jaringan 1xBet! 75 Rekening “Nominee” Judi Online Langsung Diblokir Massal
Polda Metro Jaya kembali membuat langkah besar dengan membongkar jaringan judi online internasional 1xBet.
Aparat menangkap empat tersangka yang diduga mengatur aliran dana dari aktivitas ilegal tersebut. Penangkapan ini langsung membuka tabir baru tentang bagaimana jaringan ini bekerja secara rapi dan terstruktur.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan pola transaksi yang melibatkan banyak rekening “nominee” yang digunakan untuk menampung dana judi online. Temuan ini membuat penyidik bergerak cepat menelusuri aliran uang yang tersebar ke berbagai arah. Simak ulasan lengkapnya dari FAKTA HITAM.
75 Rekening Nominee Langsung Diblokir Polisi
Kasubdit 1V AKBP Grawas Sugiharto Ditsiber Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa pihaknya sudah memblokir 75 rekening yang terlibat dalam aliran dana judi online. Rekening tersebut tidak hanya menerima dana secara langsung, tetapi juga dipakai dalam proses layering untuk menyamarkan transaksi.
Total saldo yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp119 juta. Meski angka ini terlihat tidak terlalu besar, polisi menilai jaringan ini memiliki skema yang jauh lebih luas dan terus berkembang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Peran Tersangka APS dalam Jaringan Rekening Gelap
Dalam kasus ini, tersangka berinisial APS berperan sebagai koordinator utama. Ia mencari orang-orang yang bersedia menggunakan identitasnya untuk membuka rekening bank. Rekening tersebut kemudian dipakai sebagai alat transaksi judi online internasional.
APS tidak bekerja sendiri. Ia mengatur alur distribusi rekening dan memastikan setiap akun siap digunakan untuk aktivitas deposit maupun withdrawal. Polisi menyebut peran APS sangat sentral dalam menghubungkan jaringan lokal dengan operator luar negeri.
Baca Juga: Nadiem Makarim Menangis Usai Divonis 10 Tahun: “Saya Tak Tahu Lagi Harus Minta Tolong ke Siapa”
Modus Murah Meriah: Iming-Iming Uang Ratusan Ribu
Untuk melancarkan aksinya, APS menggunakan cara sederhana tapi efektif. Ia mendekati warga di sekitar kampung halamannya dan menawarkan uang antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu untuk setiap rekening yang dibuat.
Banyak warga yang tergiur karena iming-iming cepat dapat uang. Mereka kemudian menyerahkan data pribadi dan datang ke bank untuk membuka rekening. Tanpa sadar, rekening tersebut masuk ke dalam jaringan judi online internasional yang sulit dilacak.
Peringatan Keras: Rekening Nominee Bisa Jerat Hukum TPPU
Polda Metro Jaya mengingatkan bahwa pemilik rekening nominee tidak bisa lepas dari konsekuensi hukum. Mereka bisa dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) jika terbukti terlibat dalam aliran dana ilegal.
Polisi juga menegaskan pentingnya menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan. Sekali data jatuh ke tangan pihak lain, risiko hukum dan finansial bisa menjerat tanpa disadari. Masyarakat diminta lebih waspada agar tidak terlibat dalam praktik yang merugikan diri sendiri di kemudian hari.
