Ponpes di Jateng Mulai Tolak MBG, Isu Keracunan dan Korupsi Jadi Sorotan
Salah satu ponpes yang memilih berhenti menerima MBG berada di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Langkah tersebut muncul setelah kasus dugaan keracunan di wilayah Selo menjadi perhatian. Simak ulasan lengkapnya dari FAKTA HITAM.
Ponpes Istiqomah Boyolali Pilih Setop Terima MBG
Ponpes Tahfidzul Qur’an Istiqomah di Kecamatan Cepogo, Boyolali, memutuskan tidak lagi menerima penyaluran MBG. Keputusan tersebut juga berlaku bagi Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di bawah Yayasan Istiqomah Aljamzury.
Ketua Ponpes Istiqomah, Maulana, menjelaskan bahwa pihak yayasan mengambil langkah tersebut sebagai bentuk kewaspadaan. Menurutnya, keputusan itu bukan bentuk penolakan tanpa alasan, tetapi muncul karena pihak yayasan ingin mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Maulana menyebut pihak yayasan mulai menghentikan penerimaan MBG pada 12 September 2026. Ia mengatakan pengalaman sejumlah sekolah di Boyolali menjadi salah satu pertimbangan sebelum keputusan tersebut diambil.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kasus di Selo Jadi Perhatian Pengurus Ponpes
Salah satu kejadian yang membuat pengurus ponpes lebih waspada terjadi di Kecamatan Selo pada 10 September 2026. Puluhan siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Selo mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap menu MBG.
Data dari pemerintah setempat mencatat 34 siswa mengalami gejala, dengan 33 siswa berasal dari SMPN 1 Selo dan satu siswa dari SMPN 2 Selo. Keluhan yang muncul antara lain gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mulas, dan pusing. Tiga siswa kemudian menjalani perawatan di Puskesmas Selo.
Petugas juga mengamankan sampel makanan dari sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Satgas MBG Boyolali saat itu belum menyimpulkan penyebab pasti munculnya keluhan tersebut.
Baca Juga: KPK Bongkar 8 Celah Korupsi di Sektor Pertanahan, Biaya Tambahan Bisa Tembus 200 Persen
Bukan Hanya Soal Keracunan, Pengawasan Ikut Disorot
Keputusan sejumlah ponpes tidak terlepas dari kekhawatiran mengenai pelaksanaan MBG secara keseluruhan. Bagi pengelola lembaga pendidikan, keamanan makanan menjadi perhatian utama karena santri dan siswa menerima makanan dalam jumlah besar setiap hari.
Kasus dugaan keracunan juga membuat kebutuhan pengawasan semakin terlihat. Mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, pengiriman, hingga pemeriksaan makanan sebelum dibagikan perlu mendapat perhatian agar risiko masalah kesehatan bisa ditekan.
Di sisi lain, isu mengenai dugaan korupsi dalam pelaksanaan program turut menjadi sorotan publik. Namun, dugaan tersebut perlu dibedakan dari kasus kesehatan di Selo karena penyebab keluhan siswa belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kejadian yang muncul setelah mereka mengonsumsi MBG.
Yayasan Sebut Keputusan Ini Bentuk Kewaspadaan
Pengurus Ponpes Istiqomah menegaskan keputusan menghentikan penerimaan MBG bukan berarti mereka menolak program tersebut secara keseluruhan. Maulana menyebut langkah itu lebih berkaitan dengan sikap hati-hati setelah melihat beberapa kejadian yang muncul di Boyolali.
Sikap serupa juga berlaku untuk MI yang berada dalam naungan yayasan. Pihak pengelola memilih tidak menerima penyaluran MBG sambil mempertimbangkan kondisi dan keamanan pelaksanaannya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa setiap lembaga memiliki pertimbangan sendiri dalam menerima program makanan gratis. Terlebih, pengelola harus memastikan makanan yang masuk ke lingkungan pendidikan tetap aman bagi para penerima.
Keamanan MBG Jadi Perhatian di Lingkungan Pendidikan
Program MBG menyasar banyak penerima dari berbagai kelompok, termasuk pelajar dan santri. Karena itu, kualitas makanan dan pengawasan distribusi menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Kejadian di Selo juga menunjukkan pentingnya respons cepat ketika siswa mengalami keluhan setelah menyantap makanan. Petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan dan mengamankan sampel untuk mencari penyebabnya.
Sementara itu, keputusan Ponpes Istiqomah untuk menghentikan penerimaan MBG memperlihatkan adanya kekhawatiran di tingkat pengelola lembaga pendidikan. Ke depan, hasil pemeriksaan dan evaluasi pelaksanaan program akan menjadi hal penting untuk menjawab kekhawatiran tersebut.
