Tragis! Niat Untuk Bekerja, Mahasiswi Ini Malah Disekap dan Diperkosa di Kontrakan
Seorang mahasiswi yang awalnya berniat mencari pekerjaan justru diduga disekap dan mengalami kekerasan seksual di sebuah kontrakan.
Kasus penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi mencuat di Makassar setelah korban datang ke kontrakan untuk wawancara kerja. Insiden tragis ini terjadi akhir pekan lalu di wilayah Tamalate. Pelaku masih diburu polisi, memicu kemarahan publik atas keamanan perempuan pencari kerja. Kejadian ini menjadi pengingat betapa rawannya situasi di era digital saat ini.
Simak rangkuman berita paling heboh dan viral yang penuh fakta mengejutkan, siap menambah wawasan dan pengetahuan Anda, hanya di FAKTA HITAM.
Awal Mula Insiden Kelam
Mahasiswi berinisial inisial korban datang ke kontrakan pelaku pada Sabtu sore, 9 Mei 2026, setelah diajak bertemu via media sosial. Ia ditawari pekerjaan paruh waktu dengan gaji menjanjikan. Begitu masuk, pintu langsung dikunci dan korban disekap. Korban awalnya percaya karena profil pelaku tampak profesional di aplikasi chat.
Selama empat hari penuh, korban mengalami kekerasan seksual berulang. Pelaku ancam sebarkan foto pribadi jika melawan. Korban pasrah karena takut dan terisolasi tanpa akses ponsel. Keluarga mulai curiga saat korban tak pulang dan ponselnya mati.
Korban akhirnya kabur saat pelaku lengah pada Rabu pagi. Ia berlari ke jalan raya dan minta tolong warga. Kejadian ini terungkap setelah keluarga melapor ke Polsek Tamalate. Warga terdekat langsung berkoordinasi dengan RT setempat untuk bantu korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Penyekapan dan Kekerasan
Hari pertama, korban dibius minuman beralkohol lalu diperkosa. Pelaku rekam video untuk pemerasan lebih lanjut. Korban dilarang bicara dan diberi makan seadanya agar tak mati kelaparan. Situasi makin mencekam saat pelaku pamerkan senjata di meja.
Malam kedua hingga keempat, pemerkosaan berlanjut dengan ancaman senjata tajam. Pelaku bekerja siang hari, tinggalkan korban terikat di kamar mandi. Situasi mencekam tanpa harapan bantuan dari luar. Suara korban teredam karena mulutnya diremas kain basah.
Korban berpura-pura patuh sambil cari celah kabur. Ia hafal letak kunci pintu dan tunggu pelaku pergi. Empat hari neraka berakhir saat ia lompat pagar belakang kontrakan. Tubuh korban lemas tapi tekadnya kuat untuk selamat.
Baca Juga: Viral! Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Ini Respons Mengejutkannya
Respons Polisi dan Penyelidikan
Polsek Tamalate langsung amankan TKP setelah laporan masuk. Tim resmob menyisir kontrakan dan temukan barang bukti seperti pakaian korban robek. Pelaku diketahui berinisial awal tersangka usia sekitar 30 tahun. Forensik ambil sampel DNA dari lokasi kejadian.
Penyidikan gelar TKP dengan saksi tetangga kontrakan. CCTV jalan sekitar jadi andalan buru pelaku kabur. Korban medis dan psikologis ditangani tim DVI Polda Sulsel. Psikolog khusus dampingi korban selama visum.
Kapolres Makassar pastikan pelaku ditangkap dalam 72 jam. Kasus dijerat Pasal 285 dan 333 KUHP dengan ancaman seumur hidup. Publik diminta info pelaku via hotline polisi. Tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes dikerahkan penuh.
Dampak dan Imbauan Keselamatan
Korban trauma berat, dapatkan konseling intensif di rumah sakit. Kasus ini ingatkan bahaya tawaran kerja online tanpa verifikasi. Keluarga korban syok berat atas musibah ini. Komunitas mahasiswa gelar doa bersama untuk korban.
Polisi imbau mahasiswi cek latar belakang lowongan via platform resmi. Hindari bertemu di tempat sepi atau kontrakan. Gunakan fitur live location saat janjian kerja. Laporkan langsung jika ada tawaran mencurigakan ke polisi cyber.
Masyarakat Makassar diminta awasi anak muda di sekitar kontrakan. Kasus serupa sering terjadi di wilayah pinggiran kota. Pencegahan lewat edukasi digital jadi prioritas ke depan. Sekolah dan kampus diminta adakan pelatihan keselamatan daring.
Ikuti terus berita terbaru dan terupdate dari FAKTA HITAM agar selalu mendapatkan informasi terkini seputar dinamika politik, hukum, dan masyarakat.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari liputan6.com
- Gambar kedua dari liputan6.com
