Dirut Perumdam Bengkayang Ditangkap Bersama Auditor BPK, Uang Rp400 Juta Disita
Polda Kalbar mengamankan dua orang terkait dugaan korupsi, satu dari Perumdam Tirta Bengkayang dan lainnya disebut auditor BPK RI Perwakilan Kalbar.
Keduanya berinisial HR dan DN. Dalam kegiatan tersebut, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp400 juta serta sejumlah barang yang diduga memiliki kaitan dengan perkara yang sedang didalami. Simak ulasan lengkapnya dari FAKTA HITAM.
Dua Orang Diamankan Polisi di Pontianak
Pengamanan terhadap HR dan DN berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas melakukan tindakan tersebut di area parkir salah satu kafe yang berada di Jalan DI Panjaitan, Kota Pontianak.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Bambang Suharyono membenarkan adanya kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Kalbar. Menurutnya, penyidik lebih dulu melakukan pendalaman sebelum mengamankan kedua orang tersebut.
Hingga Jumat, 2 Oktober 2026, polisi masih memeriksa keduanya untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Uang Rp400 Juta Ikut Diamankan
Selain mengamankan dua orang, penyidik menemukan uang tunai sebesar Rp400 juta. Polisi juga membawa beberapa barang lain yang diduga berkaitan dengan proses pemeriksaan.
Barang tersebut antara lain satu unit Toyota Avanza berwarna hitam, satu unit Toyota Rush putih, sebuah laptop berwarna perak, serta sejumlah telepon genggam. Penyidik kini menelusuri hubungan seluruh barang itu dengan perkara yang sedang mereka dalami.
Polisi belum menjelaskan apakah uang Rp400 juta tersebut memiliki hubungan langsung dengan dugaan korupsi. Penyidik masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyampaikan konstruksi perkara secara lengkap.
Baca Juga:Â Kejagung Sita Pesawat, Helikopter hingga Rp24,9 Miliar dalam Kasus Korupsi Motor BGN
Perkara Diduga Berkaitan dengan Audit 2025
Penyidik mengarahkan pendalaman pada proses audit tahun anggaran 2025, terutama kegiatan yang berlangsung pada semester pertama. Namun, polisi belum mengungkap secara rinci persoalan yang muncul dalam proses audit tersebut.
Belum ada penjelasan mengenai bentuk transaksi yang sedang diperiksa ataupun pihak lain yang mungkin berkaitan dengan perkara. Polisi juga masih menelusuri latar belakang pertemuan kedua orang tersebut hingga akhirnya diamankan.
Kabid Humas Polda Kalbar menyebut penyidik masih mengumpulkan informasi untuk menyusun gambaran perkara secara utuh. Karena itu, polisi belum memberikan kesimpulan mengenai dugaan tindak pidana yang sedang diperiksa.
Peran HR dan DN Masih Didalami
Polisi sampai saat ini belum membeberkan peran masing-masing HR dan DN. Keduanya juga masih berstatus sebagai terperiksa sehingga penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan perkembangan hukum berikutnya.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena polisi perlu memastikan keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh. Penyidik juga perlu mencocokkan informasi dari pemeriksaan dengan barang-barang yang telah mereka amankan.
Dengan status yang masih dalam tahap pemeriksaan, polisi belum menyampaikan apakah kedua orang tersebut akan mendapat status hukum berbeda setelah penyelidikan berkembang.
Polda Kalbar Masih Dalami Konstruksi Perkara
Ditreskrimsus Polda Kalbar masih melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana tersebut. Petugas mendalami rangkaian kejadian, proses audit tahun anggaran 2025, serta kemungkinan hubungan uang Rp400 juta dengan perkara.
Polisi juga belum menguraikan secara detail proses penyelidikan tertutup yang berlangsung sebelum pengamanan pada Selasa malam. Informasi tersebut kemungkinan akan muncul setelah penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan.
Untuk sementara, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih lengkap dari kepolisian mengenai konstruksi perkara dan perkembangan status HR serta DN. Polda Kalbar menyatakan pemeriksaan masih berjalan dan hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
