KPK Telusuri Aliran Dana Batu Bara Kukar, Nama Bebizie Ikut Terseret
KPK Bantah Uang Itu Sekadar Honor Nyanyi
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih mendalami hubungan antara uang dari PT BKS dan perkara yang tengah mereka tangani. Ia menegaskan bahwa penyidik tidak sekadar melihat transaksi tersebut sebagai pembayaran jasa hiburan.
Menurut Budi, KPK menemukan dugaan aliran uang dari PT BKS kepada Bebizie. Penyidik kini berusaha mengetahui alasan perusahaan memberikan uang tersebut serta kaitannya dengan perkara dugaan gratifikasi yang mereka usut.
Pemeriksaan terhadap Bebizie sebelumnya berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Saat itu, ia menjelaskan kepada wartawan bahwa penyidik memanggilnya untuk memberikan keterangan mengenai transaksi pembayaran sebagai penyanyi.
Namun, keterangan tersebut belum menghentikan pendalaman KPK. Penyidik justru terus menelusuri asal dan tujuan uang yang masuk kepada Bebizie.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bebizie Berkomitmen Mengembalikan Uang
Perkembangan lain muncul ketika Bebizie menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan uang yang ia terima dari PT BKS. Budi mengatakan penyidik mengetahui komitmen tersebut pada pekan sebelumnya.
KPK belum mengungkap nilai uang yang akan Bebizie kembalikan. Penyidik juga masih mencari informasi mengenai alasan PT BKS memberikan dana tersebut.
Pengembalian uang tidak otomatis mengakhiri pemeriksaan. KPK tetap akan menelusuri transaksi dan konteks pemberian dana tersebut untuk mengetahui apakah uang itu berkaitan dengan perkara korupsi yang sedang mereka selidiki.
Budi bahkan menyebut pengembalian tersebut dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik. Langkah itu menunjukkan adanya penerimaan dana yang kini masuk dalam perhatian KPK.
Baca Juga:Â Kasus Korupsi MBG Makin Panas, Kejagung Periksa 6 Saksi Salah Satunya Staf BGN
Kasus Batu Bara Kukar Sudah Menyeret Tiga Korporasi
KPK sebelumnya telah menetapkan tiga korporasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait tambang batu bara di Kukar. Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Sinar Kumala Naga (SKN), PT Alamjaya Barapratama (ABP), dan PT Bara Kumala Sakti (BKS).
Nama PT BKS menjadi sorotan karena perusahaan tersebut diduga memiliki kaitan dengan aliran dana yang diterima Bebizie. KPK kini menelusuri hubungan transaksi tersebut dengan perkara yang lebih besar.
Dalam perkara ini, KPK juga mengaitkan ketiga perusahaan dengan Rita Widyasari. Penyidik menduga korporasi tersebut bersama-sama terlibat dalam penerimaan gratifikasi terkait aktivitas pertambangan batu bara.
Penyidik Masih Telusuri Motif Pemberian Dana
Fokus KPK saat ini tidak hanya berhenti pada siapa yang menerima uang. Penyidik juga perlu mengetahui alasan pemberian, sumber dana, serta hubungan transaksi dengan aktivitas perusahaan tambang.
Jika penyidik menemukan hubungan dengan perkara yang mereka tangani, informasi tersebut dapat membantu KPK menyusun rangkaian aliran dana secara lebih lengkap. Karena itu, setiap transaksi menjadi bagian penting dalam proses pendalaman.
Posisi Bebizie dalam perkara ini juga belum berarti bahwa KPK menetapkannya sebagai tersangka. Sejauh ini, penyidik masih mendalami penerimaan uang dan meminta keterangan untuk mengungkap hubungan transaksi tersebut dengan perkara utama.
Prinsip praduga tak bersalah tetap berlaku selama proses hukum berjalan. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran pidana menjadi kewenangan penyidik berdasarkan bukti yang mereka temukan.
Aliran Dana Jadi Kunci Pengungkapan Kasus
Penelusuran aliran dana menjadi salah satu bagian penting dalam perkara korupsi. Dari transaksi keuangan, penyidik dapat melihat hubungan antara pihak yang memberikan uang dan pihak yang menerima.
Kasus batu bara Kukar kini memasuki tahap yang menarik perhatian karena penyidik mulai menelusuri penerima dana di luar pihak yang berkaitan langsung dengan perusahaan. Nama Bebizie muncul setelah KPK menemukan transaksi dari PT BKS.
Publik masih menunggu hasil pendalaman KPK mengenai tujuan pemberian uang tersebut. Penyidik juga perlu memastikan apakah transaksi itu benar-benar berkaitan dengan perkara gratifikasi atau memiliki konteks lain.
Untuk saat ini, KPK masih mengumpulkan informasi dan bukti. Perkembangan pemeriksaan berikutnya akan menentukan bagaimana posisi transaksi tersebut dalam rangkaian kasus dugaan korupsi tambang batu bara di Kutai Kartanegara.
