Pria di Kolaka Bawa Kabur Motor Teman Kencan Usai Open BO, Begini Modusnya
Kasus penggelapan motor terjadi di Kolaka, Sulawesi Tenggara, setelah pria berinisial AS diduga membawa kabur sepeda motor teman kencannya dari sebuah hotel.
Menurut keterangan polisi, keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan sebelum sepakat bertemu. Pertemuan yang awalnya berlangsung seperti biasa itu kemudian berujung pada hilangnya sepeda motor milik korban. FAKTA HITAM akan mengulas kasus dugaan penggelapan motor di Kolaka yang bermula dari pertemuan melalui aplikasi kencan hingga kendaraan korban dibawa kabur dan dijual.
Kenalan Lewat Aplikasi Kencan
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah hotel di Kecamatan Kolaka pada Sabtu, 25 Juli. Polisi menyebut AS dan korban pertama kali saling mengenal melalui aplikasi kencan.
Dalam pemeriksaan, AS mengaku dirinya dan korban merupakan teman kencan sesama jenis. Keduanya kemudian sepakat bertemu dengan kesepakatan tarif kencan sebesar Rp200 ribu per malam.
Setelah bertemu di hotel, keduanya menghabiskan waktu bersama. Namun, situasi berubah ketika AS meminta izin menggunakan sepeda motor milik korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Alasan Pergi ke Pasar Jadi Awal Masalah
AS meminjam motor korban dengan alasan hendak mengambil barang di Pasar Raya Kolaka. Korban kemudian memberikan kendaraannya kepada AS karena percaya dengan alasan tersebut.
Namun, AS tidak kunjung kembali ke hotel. Korban akhirnya menyadari bahwa sepeda motornya telah dibawa pergi tanpa kepastian kapan pelaku akan kembali.
“Pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan mengambil barang di Pasar Raya Kolaka. Namun setelah membawa motor tersebut, pelaku tidak kembali,” kata Wawan.
Polisi kemudian menelusuri perjalanan AS setelah menerima laporan dari korban. Penyelidikan mengarah ke luar wilayah Kolaka.
Baca Juga:Â Kasus Suap Rejang Lebong Makin Panas! KPK Geledah Rumah Sekretaris DPRD Bengkulu
Motor Dibawa Kabur hingga Morowali
Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan AS membawa motor tersebut menuju Morowali, Sulawesi Tengah. Ia kemudian mencari cara untuk menjual kendaraan yang masih menjadi milik korban.
Di Morowali, AS akhirnya menjual sepeda motor tersebut dengan harga Rp4,6 juta. Setelah mendapatkan uang, ia meninggalkan wilayah tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju Makassar.
“Pelaku menerangkan bahwa setelah dia berhasil mendapatkan motor milik korban selanjutnya menuju Morowali dan menjual motor korban seharga Rp4,6 juta,” jelas Wawan.
Perjalanan dari Kolaka ke Morowali hingga Makassar membuat kasus ini melibatkan beberapa wilayah. Polisi pun harus menelusuri keberadaan pelaku sekaligus mencari informasi mengenai kendaraan yang sudah berpindah tangan.
Uang Hasil Penjualan Dipakai untuk Kebutuhan
AS mengaku menggunakan uang hasil penjualan motor untuk sejumlah kebutuhan pribadi. Sebagian uang tersebut ia gunakan untuk membayar biaya kos dan membeli makanan.
Selain kebutuhan sehari-hari, polisi juga menyebut AS memakai sebagian uang itu untuk bermain judi online. Penggunaan uang tersebut menjadi bagian dari keterangan yang polisi gali selama pemeriksaan.
“Uang hasil dari menjual motor milik korban, ia gunakan untuk keperluan pribadi, membayar kos, makan dan bermain judi online,” ujar Wawan.
Keterangan tersebut membantu polisi memahami alasan AS menjual kendaraan setelah membawanya pergi dari Kolaka.
Kasus Masuk Proses Penanganan Polisi
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat tetap berhati-hati ketika memberikan kendaraan kepada orang yang baru dikenal, termasuk melalui aplikasi kencan. Hubungan yang baru terjalin tentu belum cukup untuk menjamin keamanan barang pribadi.
Dalam kasus ini, korban memberikan motor setelah AS menyampaikan alasan untuk pergi ke pasar. Namun, AS justru membawa kendaraan tersebut ke luar daerah dan menjualnya.
Polisi masih menangani perkara tersebut berdasarkan hasil laporan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Informasi mengenai perjalanan motor, proses penjualan, serta penggunaan uang hasil penjualan menjadi bagian dari penyelidikan.
Kasus ini bermula dari pertemuan melalui aplikasi kencan, tetapi berakhir dengan dugaan penggelapan kendaraan. Polisi kini terus mendalami perkara untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dan pertanggungjawaban hukum pelaku.
