Terkuak! Guru PNS Sumbawa Tebas Kakak-Adik Hingga Kritis, Ini Motifnya
Polisi mengungkap motif aksi brutal seorang guru PNS berinisial FRM di Sumbawa, NTB, yang menebas dua kakak beradik hingga kritis.
Peristiwa tersebut terjadi di depan rumah pelaku di Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape, pada Jumat (22/5/2026) malam, sebelum akhirnya pelaku diamankan aparat kepolisian pada malam yang sama. Kedua korban, yakni Bulaeng (43) dan Cantika (40), hingga kini masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang mereka alami.
Simak rangkuman berita paling heboh dan viral yang penuh fakta mengejutkan, siap menambah wawasan dan pengetahuan Anda, hanya di FAKTA HITAM.
Cekcok Utang Jadi Pemicu Utama
Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, mengungkapkan bahwa peristiwa ini berawal dari cekcok antara istri FRM dan korban terkait persoalan utang piutang. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang melibatkan pelaku.
“Masalah awalnya cekcok antara istri FRM dengan korban terkait utang piutang,” ungkapnya, Sabtu (23/5/2026). Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang melibatkan pihak keluarga pelaku.
Menurut polisi, istri FRM yang bernama Rahma memiliki utang hingga puluhan juta rupiah kepada Bulaeng, salah satu korban dalam peristiwa tersebut. Utang tersebut menjadi sumber utama ketegangan yang memicu pertengkaran berulang antara kedua belah pihak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Utang Puluhan Juta Yang Tak Kunjung Dibayar
Polisi menjelaskan bahwa utang tersebut sudah lama ditagih oleh korban, namun tidak kunjung dibayarkan oleh pihak istri pelaku. Situasi ini memicu ketegangan antara kedua belah pihak.
“Sudah lama sekali ditagih oleh korban. Saat ditagih lagi tadi, FRM malah kesal hingga berujung menganiaya korban dan adiknya,” jelas Mulyawansyah. Situasi tersebut memperkeruh hubungan yang sebelumnya sudah memanas akibat persoalan utang piutang.
Kondisi ini kemudian memicu emosi FRM hingga akhirnya melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap kedua korban. Akibatnya, aksi kekerasan tersebut tidak dapat dihindari dan berujung pada luka serius yang dialami korban.
Baca Juga: Korupsi IUP Bauksit Kalbar Bertambah 4 Orang, Analis ESDM Ikut Terseret!
Kronologi Penyerangan di Depan Rumah Pelaku
Peristiwa penyerangan terjadi pada Jumat malam (22/5/2026) di depan rumah FRM di Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Dalam kejadian tersebut, pelaku menggunakan parang untuk menyerang dua korban yang merupakan kakak beradik.
Akibat serangan tersebut, Bulaeng mengalami luka sayat pada bagian punggung belakang, sementara Cantika mengalami luka robek di bagian kepala.
Setelah kejadian, aparat gabungan Polsek Lape dan Polres Sumbawa langsung mengamankan FRM di lokasi kejadian untuk proses hukum lebih lanjut.
Kondisi Korban Masih Kritis
Kedua korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lape akibat luka serius yang mereka alami. Pihak kepolisian menyebut kondisi keduanya cukup parah setelah mengalami serangan senjata tajam.
“Korban masih dirawat intensif di Puskesmas Lape. Kondisi luka yang dialami juga parah,” ujar Mulyawansyah. Tim medis terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan kondisi kedua korban tidak semakin memburuk.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut untuk melengkapi proses penyidikan. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna memperjelas rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi kejadian.
Penanganan Kasus Oleh Polisi
Setelah menerima laporan, polisi segera melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Jumat malam (22/5/2026). Penangkapan dilakukan oleh aparat gabungan Polsek Lape dan Polres Sumbawa di lokasi kejadian.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara jelas. Polisi menegaskan akan memproses perkara ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penyidik juga masih mendalami motif dan kronologi lengkap terkait aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap dua korban tersebut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan tidak ada fakta penting yang terlewat dalam proses penyidikan.
Ikuti terus berita terbaru dan terupdate dari FAKTA HITAM agar selalu mendapatkan informasi terkini seputar dinamika politik, hukum, dan masyarakat.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detik.com
- Gambar kedua dari bacamalang.com
